Deklarasi FK Parna

Forum Komunikasi PARNA Jabodetabek

Kelompok marga terbesar Batak, Parsadaan Raja Naiambaton (Parna) yang terdiri dari 64 Marga, Jumat 9 Nopember 2007 di Jakarta mendeklarasikan Forum Komunikasi Parsadaan Raja Naiambaton (Forkom Parna).
Acara deklarasi yang berlangsung di Hotel Sari Pan Pasific, milik pengusaha Marihad Simbolon (PT. Parna Raya) dihadiri tokoh perwakilan marga seperti Wakasad Letjen TNI Cornel Simbolon, Prof. DR. Arifin Sitio, Drs. Carel Munthe, TR. Sitanggang, Drs. Umar Tinambunan, Drs. RU. Simarmata, A. Manihuruk MBA, Kol. Sabar Siadari, Jansen Saragih, Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon, Bupati Dairi DR. Master Tumanggor dan Dr Anthon Sihombing mewakili boru.
Dewan Pembina Forum Komunikasi Parna Letjen TNI Cornel Simbolon dalam sambutannya mengatakan terbentuknya forum ini bertujuan untuk membangun kebersamaan dan lebih mempererat ikatan ritual, tradisi dan spritual diantara marga-marga Parna.
Kesamaan pandang menatap masa depan, seperti misalnya membangun kampung halaman, dan menciptakan rasa kebersamaan untuk saling tolong menolong sesama warga Parna diharapkan akan tercipta dari forum ini.
‘Jadi forum ini hanya bersifat sosial. Diluar itu tidak,’ ujar Cornel. Dalam deklarasi ini juga dipilih sebelas orang formatur yang diketuai oleh Drs. Ather Simbolon. Adapun anggota formatur antara lain terdiri dari Ir. Martuama Saragi,MM, DR. Juang Sitanggang, St.Berlin Simarmata, Drs. Polisthen Munthe, Antonius Tamba, Walter Simanihuruk, Ir Ramses Simbolon, MBA dan Ir. Toga Sigalingging, MM. Formatur ini diberi waktu enam puluh hari untuk menyusun dan melengkapi dewan pengurus.
Pertahankan Komitmen
Sementara itu, ketua panitia deklarasi Ir Ramses Simbolon, MBA dan Timotius Tumbur Simbolon, SH kepada wartawan menyatakan, gagasan pembentukan Forkom Parna ini didasarkan pada kenyataan bahwa marga-marga yang tergabung dalam PARNA yang berjumlah 64 marga merupakan etnis Batak yang sangat besar dan tersebar diseluruh Indonesia bahkan dunia yang masih mempertahankan nasihat dan amanah leluhurnya Raja Naiambaton yang melarang untuk saling mengawini sesama marga Parna.
‘Sampai saat ini Parna masih berpegang teguh pada pesan dan amanah yang melarang kawin sesama Parna. Hal ini perlu terus dipertahankan,’ ujar Ramses.
Timotius Tumbur Simbolon, SH menambahkan, selain mempertahankan nasehat dan amanah, yang terpenting dari forum ini adalah menciptakan kebersamaan diantara sesama keturunan Parna.
‘ Yang terpenting dalam forum ini adalah bagaimana warga Parna yang kaya membantu yang miskin. Bagaimana menciptakan seluruh keturunan Parna dapat menuntut ilmu sampai ketingkat paling tinggi,’ ujar generasi muda Simbolon yang sukses sebagai pengacara ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: